✦ Kalkulator Gratis & Akurat

Investasimu Tumbuh
Seberapa Besar?

Simulasikan kekuatan bunga majemuk secara real-time. Cocok untuk pemula hingga investor berpengalaman.

Data Investasi

Pilih Instrumen Investasi
Metode Investasi
12%
10 Tahun
🌡️ Aktifkan Penyesuaian Inflasi
4%

Ringkasan Hasil

Total Saldo Akhir
Rp 0
Total Modal
Rp 0
Hasil Bunga
Rp 0
Uangmu tumbuh dari modal yang disetorkan

Visualisasi Pertumbuhan

Modal Disetor
Bunga Majemuk

Rincian Per Tahun

Tahun Setoran Bunga % Gain Saldo Akhir Nilai Riil
Isi data di atas untuk melihat rincian tahunan

📚 Edukasi Investasi

Pahami konsep dasar sebelum mulai berinvestasi

Rumus Bunga Majemuk

Bunga majemuk menghitung bunga atas bunga sebelumnya, menciptakan pertumbuhan eksponensial yang dahsyat seiring waktu.

A = P(1+r/n)^(nt)
+ PMT × [((1+r/n)^(nt)−1)/(r/n)]

P = Modal awal   r = Bunga/thn
n = Frekuensi    t = Waktu (thn)

Aturan 72

Cara cepat mengestimasi berapa tahun uang berlipat ganda: cukup bagi 72 dengan tingkat bunga tahunan kamu.

Waktu 2× = 72 ÷ Bunga%

Bunga 12%/thn → 6 tahun
Bunga 6%/thn → 12 tahun
Bunga 18%/thn → 4 tahun

Inflasi & Nilai Riil

Inflasi mengikis daya beli uang secara perlahan. Nilai riil menunjukkan berapa daya beli uang masa depanmu dalam nilai hari ini.

Nilai Riil = Nominal ÷ (1+Inf%)^thn

Rp 1 M, inflasi 4%, 10 thn:
Nilai riil ≈ Rp 676 juta

Lumpsum vs DCA

Lumpsum optimal saat pasar murah. DCA mengurangi risiko volatilitas dengan tabungan rutin berkala yang konsisten.

Lumpsum: Rp 120 juta sekali
DCA : Rp 1 juta × 120 bulan

Keduanya bisa dikombinasikan
untuk hasil yang optimal!

❓ Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Jawaban untuk pertanyaan umum seputar investasi dan bunga majemuk

Bunga majemuk adalah sistem perhitungan di mana bunga yang diperoleh pada periode sebelumnya ikut menjadi bagian pokok investasi untuk periode berikutnya. Efeknya bersifat eksponensial — semakin lama investasi, semakin cepat pertumbuhannya. Ini adalah konsep terpenting dalam investasi jangka panjang.
Lumpsum adalah strategi menginvestasikan semua dana sekaligus dalam jumlah besar. Cocok saat kondisi pasar sedang murah/turun. DCA (Dollar-Cost Averaging) adalah investasi rutin berkala dalam jumlah tetap terlepas dari kondisi pasar, cocok untuk pemula karena mengurangi risiko timing pasar. Keduanya bisa dikombinasikan untuk hasil optimal seperti yang bisa kamu simulasikan di kalkulator ini.
Secara historis:
🏦 Deposito bank: 3–5%/thn  |  🇮🇩 SBN/ORI: 5–7%/thn  |  📦 Reksa Dana campuran: 8–12%/thn  |  📈 IHSG/saham blue chip: 10–15%/thn  |  🚀 Saham growth: 15–25%/thn  |  ₿ Kripto: >30%/thn (risiko sangat tinggi).
Return aktual dapat berbeda dan tidak ada jaminan hasil di masa depan.
Di Indonesia, investasi bisa dimulai dengan sangat kecil: Reksa Dana mulai Rp 10.000, SBN/ORI mulai Rp 1.000.000, saham mulai 1 lot (100 lembar). Yang terpenting bukan besarnya modal awal, tapi konsistensi dan waktu. Mulai lebih awal dengan modal kecil jauh lebih baik daripada menunggu modal besar.
Kalkulator ini menggunakan rumus bunga majemuk standar yang akurat secara matematis. Namun, hasil proyeksi bersifat estimasi berdasarkan asumsi bunga tetap. Dalam praktiknya, return investasi bisa berfluktuasi setiap tahun. Gunakan kalkulator ini sebagai panduan perencanaan, bukan jaminan hasil investasi.
Gunakan mode "Capai Target Uang" di kalkulator ini. Masukkan target dana yang ingin dicapai, estimasi bunga instrumen yang dipilih, jangka waktu hingga pensiun, dan modal awal jika ada. Kalkulator akan otomatis menghitung berapa yang perlu ditabung setiap bulan untuk mencapai target tersebut.